Dime porque lloras
De felicidad
Y porqué te ahogas
Por la soledad
Y porque me tomas, fuerte así, mis manos
Y tus pensamientos te van llevando
Yo te quiero tanto
Y porque será
Loco testarudo, no lo dudes mas
Aunque en el futuro, haya un muro enorme
Yo no tengo miedo
Quiero enamorarme
No me ames, porque piensas que parezco diferente
Tú no piensas que es lo justo ver pasar el tiempo juntos
No me ames, que comprendo la mentira que sería
Si tu amor no merezco, no me ames, mas quedate otro día
No me ames, porque estoy perdido, porque cambie el mundo,
Porque es el destino, porque no se puede, somos un espejo
Y tu así serías lo que yo de mi reflejo
No me ames, para estar muriendo, dentro de una guerra llena de arrepentimientos,
No me ames, para estar en tierra, quiero
Con tu gran amor por el azul del cielo
No sé que decirte, esa es la verdad
Si la gente quiere, sabe lastimar
Tu y yo partiremos, ellos no se mueven
Pero en este cielo sola no me dejes
No me dejes, no me dejes, no me escuches, si te digo "no me ames"
No me dejes, no desarmes, mi corazón con ese "no me ames"
No me ames, te lo ruego, mi amargura déjame
Sabes bien, que no puedo,que es inútil, que siempre te amaré
No me ames, pues te haré sufrir con este corazón que se lleno de mil inviernos
No me ames, para así olvidarte de tus dias trises quiero que me ames
sólo por amarme
No me ames, tu y yo volaremos uno con el otro y seguiremos siempre juntos
Este amor es como el sol que sale tras de la tormenta
Como dos cometas en la misma estela
No me ames
No me ames
No me ames
Selasa, 29 Maret 2011
Jumat, 11 Maret 2011
I just want to talk...just wanted to share
FUNDAMENTAL
sepertinya berat mengartikan kata-kata itu dalam dunia pendidikan yang sedang kuteguk.
bayangkan ketika kita membangun sebuah rumah.
....
apakah kita akan begitu saja mengaduk semen, membuat kerangka dan sebagainya? TIDAK
tentu kita menginginkan rumah yang kokoh, aman dan nyaman ditempati.
bagaimana agar rumah itu kokoh?
seperti apa rumah yang aman?
harus diberi apa agar rumah ini nyaman?
pasti untuk kekokohan sebuah rumah perlu dibangun fondasi yang baik
untuk itu tidak bisa psikologis seseorang dibangun dalam tekanan ataupun ketrpaksaan.
sesuatu yang dipaksakan dan terburu-buru pasti nantinya akan menuai kegagalan.
FUNDAMENTAL
sekali lagi kata-kata itu sebenarnya menjadi suatu penyesalan yang sedikit membebani saya sebagai seorang pendidik yang harus mendidik diri saya terlebih dahulu untuk dapat mendidik anak-anak titipan Tuhan itu kelak dengan cara yang sempurna.
(^_^)q
sepertinya berat mengartikan kata-kata itu dalam dunia pendidikan yang sedang kuteguk.
bayangkan ketika kita membangun sebuah rumah.
....
apakah kita akan begitu saja mengaduk semen, membuat kerangka dan sebagainya? TIDAK
tentu kita menginginkan rumah yang kokoh, aman dan nyaman ditempati.
bagaimana agar rumah itu kokoh?
seperti apa rumah yang aman?
harus diberi apa agar rumah ini nyaman?
pasti untuk kekokohan sebuah rumah perlu dibangun fondasi yang baik
untuk itu tidak bisa psikologis seseorang dibangun dalam tekanan ataupun ketrpaksaan.
sesuatu yang dipaksakan dan terburu-buru pasti nantinya akan menuai kegagalan.
FUNDAMENTAL
sekali lagi kata-kata itu sebenarnya menjadi suatu penyesalan yang sedikit membebani saya sebagai seorang pendidik yang harus mendidik diri saya terlebih dahulu untuk dapat mendidik anak-anak titipan Tuhan itu kelak dengan cara yang sempurna.
(^_^)q
Sabtu, 05 Maret 2011
Teringat atau Mengingat
Ketika itu aku tak pernah lagi beramai-ramai dengan 'mereka'. entah dapat dikatakan siapa mereka itu. sahabatkah atau teman sajakah. abaikan!
kemudian..seseorang yang pernah sedikit kubenci pada akhirnya dialah yang mau menolongku. aku pun dapat melakukan sesuatu lebih baik bersamanya, lewat bimbingannya. tapi dia bukan seorang guru, ataupun temanku. dia hanyalah seorang pria yang lebih muda dariku (SU).
mungkin terdengar jenaka ketika kukatakan aku mulai menyukainya, bahkan kiranya sampai saat ini (meski dalam penyesalan dan kekecewaan mendalam). itu karena pengharapan yang terlalu besar. dia bilang aku sederhana. wanita yang apa adanya. sesederhana itukah aku dimatanya? hingga dengan cara yang ssederhana pula ia pergi begitu saja. "tanpa aku tau apa yang sedang terjadi."
apa sebenarnya yang ia pikirkan tentangku??
tapi aku tidak mau lagi membahas hal-hal buruk itu lagi. hanya akan membuatku semakin sakit dan semakin penuh pertanyaan hingga akhirnya ingin sekali aku kembali. tapi TAK BISA !
yang kutau dia datang disaat yang tepat.
tepat disaat aku ingin bernyanyi
tepat disaat aku ingin berbagi
tepat disaat aku ingin mengerti artinya 'bersama'
tepat disaat semua kurasa asing dan aku butuh sosok yang menyenangkan seperti dia.
mungkin terlalu banyak kiasan yang kuutarakan tentang dia.
tapi memang nyatanya tak ada kata pasti yang bisa kulukiskan untuk menggambarkan siapa dia, bagiku. tapi kurasa dulu banyak persamaan antara kita.
satu kalimat terakhir untuk mengingatnya.
"kamu begitu tiba-tiba datang ke dalam kesendirianku, tepat. namun begitu tiba-tiba dan sangat cepat kau meninggalkan aku dalam sebuah tanya. 'mengapa?' tapi sayang, mengapa itu kini menjadi berkawan dalam perjalanan hidupku hingga saat ini. tapi terima kasih atas waktu yang sangat spesial kau luangkan untukku. terima kasih untuk kata-kata manis yang selalu terpahat kala kita bertemu. 'cibem'. aku beruntung bertemu kamu. sebuah pelajaran hidup bahwa tidak semua hal akan menjadi sebuah perwujudan ketika kita melakukan pengharapan. aku akan mencoba mengingat kamu dalam sesuatu yang baik."
entah seketika aku mengingatnya,, ataukah memang sengaja aku terus mengingat-ingat semua tentangnya yang sudah lalu. maaf aku menyita waktumu kala itu. semoga kau sekarang baik-baik saja bersama siapapun.
kemudian..seseorang yang pernah sedikit kubenci pada akhirnya dialah yang mau menolongku. aku pun dapat melakukan sesuatu lebih baik bersamanya, lewat bimbingannya. tapi dia bukan seorang guru, ataupun temanku. dia hanyalah seorang pria yang lebih muda dariku (SU).
mungkin terdengar jenaka ketika kukatakan aku mulai menyukainya, bahkan kiranya sampai saat ini (meski dalam penyesalan dan kekecewaan mendalam). itu karena pengharapan yang terlalu besar. dia bilang aku sederhana. wanita yang apa adanya. sesederhana itukah aku dimatanya? hingga dengan cara yang ssederhana pula ia pergi begitu saja. "tanpa aku tau apa yang sedang terjadi."
apa sebenarnya yang ia pikirkan tentangku??
tapi aku tidak mau lagi membahas hal-hal buruk itu lagi. hanya akan membuatku semakin sakit dan semakin penuh pertanyaan hingga akhirnya ingin sekali aku kembali. tapi TAK BISA !
yang kutau dia datang disaat yang tepat.
tepat disaat aku ingin bernyanyi
tepat disaat aku ingin berbagi
tepat disaat aku ingin mengerti artinya 'bersama'
tepat disaat semua kurasa asing dan aku butuh sosok yang menyenangkan seperti dia.
mungkin terlalu banyak kiasan yang kuutarakan tentang dia.
tapi memang nyatanya tak ada kata pasti yang bisa kulukiskan untuk menggambarkan siapa dia, bagiku. tapi kurasa dulu banyak persamaan antara kita.
satu kalimat terakhir untuk mengingatnya.
"kamu begitu tiba-tiba datang ke dalam kesendirianku, tepat. namun begitu tiba-tiba dan sangat cepat kau meninggalkan aku dalam sebuah tanya. 'mengapa?' tapi sayang, mengapa itu kini menjadi berkawan dalam perjalanan hidupku hingga saat ini. tapi terima kasih atas waktu yang sangat spesial kau luangkan untukku. terima kasih untuk kata-kata manis yang selalu terpahat kala kita bertemu. 'cibem'. aku beruntung bertemu kamu. sebuah pelajaran hidup bahwa tidak semua hal akan menjadi sebuah perwujudan ketika kita melakukan pengharapan. aku akan mencoba mengingat kamu dalam sesuatu yang baik."
entah seketika aku mengingatnya,, ataukah memang sengaja aku terus mengingat-ingat semua tentangnya yang sudah lalu. maaf aku menyita waktumu kala itu. semoga kau sekarang baik-baik saja bersama siapapun.
Langganan:
Komentar (Atom)