Ketika itu aku tak pernah lagi beramai-ramai dengan 'mereka'. entah dapat dikatakan siapa mereka itu. sahabatkah atau teman sajakah. abaikan!
kemudian..seseorang yang pernah sedikit kubenci pada akhirnya dialah yang mau menolongku. aku pun dapat melakukan sesuatu lebih baik bersamanya, lewat bimbingannya. tapi dia bukan seorang guru, ataupun temanku. dia hanyalah seorang pria yang lebih muda dariku (SU).
mungkin terdengar jenaka ketika kukatakan aku mulai menyukainya, bahkan kiranya sampai saat ini (meski dalam penyesalan dan kekecewaan mendalam). itu karena pengharapan yang terlalu besar. dia bilang aku sederhana. wanita yang apa adanya. sesederhana itukah aku dimatanya? hingga dengan cara yang ssederhana pula ia pergi begitu saja. "tanpa aku tau apa yang sedang terjadi."
apa sebenarnya yang ia pikirkan tentangku??
tapi aku tidak mau lagi membahas hal-hal buruk itu lagi. hanya akan membuatku semakin sakit dan semakin penuh pertanyaan hingga akhirnya ingin sekali aku kembali. tapi TAK BISA !
yang kutau dia datang disaat yang tepat.
tepat disaat aku ingin bernyanyi
tepat disaat aku ingin berbagi
tepat disaat aku ingin mengerti artinya 'bersama'
tepat disaat semua kurasa asing dan aku butuh sosok yang menyenangkan seperti dia.
mungkin terlalu banyak kiasan yang kuutarakan tentang dia.
tapi memang nyatanya tak ada kata pasti yang bisa kulukiskan untuk menggambarkan siapa dia, bagiku. tapi kurasa dulu banyak persamaan antara kita.
satu kalimat terakhir untuk mengingatnya.
"kamu begitu tiba-tiba datang ke dalam kesendirianku, tepat. namun begitu tiba-tiba dan sangat cepat kau meninggalkan aku dalam sebuah tanya. 'mengapa?' tapi sayang, mengapa itu kini menjadi berkawan dalam perjalanan hidupku hingga saat ini. tapi terima kasih atas waktu yang sangat spesial kau luangkan untukku. terima kasih untuk kata-kata manis yang selalu terpahat kala kita bertemu. 'cibem'. aku beruntung bertemu kamu. sebuah pelajaran hidup bahwa tidak semua hal akan menjadi sebuah perwujudan ketika kita melakukan pengharapan. aku akan mencoba mengingat kamu dalam sesuatu yang baik."
entah seketika aku mengingatnya,, ataukah memang sengaja aku terus mengingat-ingat semua tentangnya yang sudah lalu. maaf aku menyita waktumu kala itu. semoga kau sekarang baik-baik saja bersama siapapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar