# ketika itu aku baru terlahir menjadi seseorang yang baru
yang kupikirkan adalah, aku akan menjadi seseorang yang jauh lebih baik. aku buat do'a dan harapan baru tentang segala sesuatu yang ingin kucapai kelak di sini. aku bahagia. aku mulai semuanya tanpa banyak pertimbangan dan yang kuyakini, ini adalah jalan yang terbaik buatku dan orang-orang yang sangat penting untukku. untuk mereka aku ada di sini.
waktu nampaknya terlalu cepat berjalan hingga ada sesuatu yang kurasa terlewatkan. masa kecilku. aku tidak terlalu tahu tentang proses yang sedang kujalani. tapi kucoba untuk mengerti. hari demi hari aku berusaha melakukan yang terbaik dan tetap mencoba mengerti. ada banyak hal yang tidak sesuai dengan yang apa yang kuketahui, kucoba lagi untuk mengerti. masa kecilku yang tidak kumengerti.
# sesaat waktu semakin jauh berlalu
semakin bertambah usiaku, makin banyak hal yang harus kupertanggungjawabkan. ada begitu banyak. kurasa ini saat aku harus beranjak dewasa, bukan menunggu waktu yang mendewasakan aku. tapi waktu,, nampaknya ia terlampau jauh meninggalkan aku. jauuh. dan aku pun tidak tahu sudah sampai dimanakah ia. hingga aku kini tidak tahu harus mengejar siapa, kemana atau bahkan kapan aku lebih dulu darinya.
lama kujalani semua, kupahami semua, kucoba lakukan yang terbaik, tetap aku masih tertinggal di sini. sepertinya memang bukan waktu yang meninggalkan aku. tapi aku yang tidak pernah mau memahami keberadaanku di sini. aku di sini bukan untuk bersenang-senang, tapi untuk hal besar dalam hidup dan matiku. masa depanku, persinggahan terakhirku.
# aku harus terjatuh dulu
ada banyak pepatah mengatakan bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan. apa kalimat itu juga ditujukan untukku? ketidaktahuanku di waktu kecil, menjamur hingga aku beranjak remaja. seringkali aku berbuat kesalahan. sering sekali. hingga aku sempat kecewa dan merasa sangat tidak berguna. apakah aku di sini hanya menimbulkan kerusakan?? tapi mereka di sana tidak berkata demikian. mereka bilang, aku hanya harus mencoba mengerti dan mau berusaha untuk bisa memperbaiki. aku tidak salah, aku bisa melakukan yang terbaik. menjadi orang yang berpengaruh, seperti do'aku dulu. hanya saja aku masih sedikit ragu dengan kemampuanku dan pertolongan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
# harus meyakini proses atau hasil
proses. kurasa hal itu lebih penting ketimbang hasil besar tanpa proses yang baik. tapi bagaimana bila seseorang tidak pernah tahu tentang sebuah proses, sebuah perjalanan,sebuah langkah kehidupan yang semua orang harus menjalaninya?
hasil. ini juga penting, tapi bagi orang lain lebih penting. hasil hanya akan dilihat tapi bukan untuk mendapatkan sebuah mutiara ilmu yang lebih berarti. ketika hasil yang kita dapat tidak cukup sama dengan harapan, maka kita kan terus mengejarnya lagi, meski tanpa proses terkadang. hasil adalah keegoisan.
proses atau hasilkah yang selama ini kukejar? kalau proses, pasti aku sudah menjadi orang yang cukup bijak dan dewasa, terlebih terhadap diriku sendiri. tapi sekarang, apakah aku tidak cukup pantas dikatakan lebih baik? kurasa sangat tidak pantas. ada penyesalan terhadap aku yang sekarang. tapi aku tidak akan mneyalahkan siapapun, karena aku begini, karena tindakanku sendiri.
# ketika aku harus menyerah dan dikecewakan lagi
banyak pertanyaan yang muncul ketika aku mundur kebelakang. kenapa begini, kenapa begitu? bisakah begini, bisakah begitu? aku terlalu banyak bertanya pada hal di luar diriku. tapi aku jarang berpikir tentang diriku sendiri. kenapa selama ini aku terlalu lemah terhadap kekurangan yang aku punya ini? karena itulah aku tidak pernah maju dan selalu tertinggal oleh waktu. oleh orang-orang disekitarku.
aku menyerah saat ini.
rasanya tidak perlu ada lagi harapan yang kubuat. harapan-harapan itu hanya akan membuat aku terbuai oleh hasil yang tidak pernah kukejar. cukup saja aku menjadi aku yang dulu. ikuti saja aturan yang ada, jangan terlalu banyak berangan-angan karena aku ada bukan untuk pengharapan.
segenggam jarum kupesan sendiri untuk aku yang ini. aku yang selalu terbuang. biar, aku mampu pergi bersama yang telah tertidur. mencoba berserah diri.
# laluu
lalu apa yang hendak kulakukan ke depan? diam saja dan menangis menyesali keadaan? itu berarti aku menyalahkan Tuhan. tidak demikian. aku hanya akan berhenti dari aku yang seperti ini dan cukup tenggelam dari rasa kecewa. aku harus menjalani apa yang bukan menjadi mauku. bukan pengharapan-pengharapan lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar