Senin, 29 Agustus 2011

"Karena Hati Bicara" - Oki Setiana Dewi feat Andy Arsyil

mengarungi samudera mahligai nan suci
penuh gelombang silih berganti
semua adalah ujian penguat cinta
bila hati bicara

* terkadang tak perlu terucap kata-kata
untuk selami dalamnya hatimu
susah senangmu jadi bagian hidupku
karena hati bicara

reff:
tatap manja matamu kisahkan berjuta cerita
hadirmu di hidupku memberikan berjuta makna
karunia Illahi mempersatukan dua hati
ku rasa yang kau rasa karena hati bicara

repeat *
repeat reff [3x]

ku rasa yang kau rasa karena hati bicara

Minggu, 21 Agustus 2011

untuk kesekian kali (18 Agustus 2011 5:08)

Aku rasakan lagi sesuatu ini

Sesuatu yang selalu membuatku takut

Takut untuk mengingatnya, dan mengukir semua tentangnya

Tentang banyak hal yang ia sukai

Tentang segala hal yang biasa kita lakukan tidak sendiri



Melihatnya aku akan resah

Resah apakah ia akan menyapaku dalam tepi ketidakpastian

Tepi Resahnya dalam kegalauan yang berkawan



Jujur aku tau sesuatu ini bukan hal kecil lagi

Tapi satu masa di mana aku..Jatuh hati UNTUK kesekian kali

Benarkah?

Lalu bagaimana dengan perasaan yang lain?

MATI

Tenggelam bersama kekecewaan dan kesendirianku kini

Sesungguhnya aku hanya ingin satu kali saja

Mencintai seseorang yang mencintaiNya

Aku pun berharap satu rasa saja

Yang utuh. Bukan telah terbagi ataupun meragu dan kecewa



Kusebut apa namanya ini?

Kenapa tidak pernah hatiku terpaut pada hati yang kutuju

Kenapa tidak pernah ketulusan datang pada masa yang pasti

Dan sekarang, terlambat aku pahami semua ini

Hingga akhirnya aku hanya DIAM (lagi)

Sebut saja begitu

Jumat, 12 Agustus 2011

Diam yang ramai (12 Agustus 2011, 15:31)

Aku sempat berpikir apa yang akan aku bicarakan

Renungan yang sangat panjang

Pada kata terhadap aku dan dia

Pada raut wajah yang sedang tanpa ekspresi



Aku sedang menulis tentang aku

Aku katakan pada siapa

Aku sedang bicara tentang aku

Aku tuliskan pada siapa

Inginnya diam tak melakukan apapun

Tapi aku ingin melakukan sesuatu

Apapun yang membuat aku mengerti

Hufh..diamku ini sebenarnya banyak berbicara dikeramaian

Tanpa ada yang tau

Kecuali Dia



Aku benci harus begini

Lagi..

Renungan Sepi (10 Agustus 2011, 23:37)

Aku mencintaimu seperti aku mencintai bulan yang sangat bijak malam ini

Menerangi malam setiap yang terlelap dan mendekapnya dalam hangat walau tanpa mimpi

Aku mencintaimu seperti siang menunggu malam dengan cahayanya tanpa pernah redup

Terik dan bersemangat menyambut datangnya malam walau tanpa pernah bisa bertaut



Akan kugambarkan cintaku seperti apapun pada secarik kertas lewat gambar kecil bertintakan rasa

Lewat goresan-goresan rayuku tentang kata "I", "LOVE", dan "YOU"

Meski aku dan kamu selalu terpisah oleh kata CINTA

Tidak akan bisa satu



Seperti lembutnya awan yang belum sekalipun kusentuh

Seperti indahnya menatap surga yang belum sekejappun kuintip

Seperti itulah aku ungkapkan cinta

Cinta yang tidak pernah ku jamah

Cinta yang tidak pernah ku teguk

Cinta yang tidak pernah ku peluk

Bahkan tidak pernah kulihat nampaknya



Boleh saja aku tuliskan sejuta puisi untuk cinta

Mampu saja aku bangunkan candi-candi indah untuk menggambarkan kemegahan cinta

Aku pun bisa melakukan kegilaan besar seperti gilanya sang pujangga mencinta karyanya

Tapi aku tidak sanggup menampung rasa cinta yang sangat kuat dan terlampau pelangi untuk dipahami

Jadi bisakah kita sisakan sedikit waktu saja untuk diam dan mendengar

Mendengar apa yang selama ini luput dari penglihatan dan perabaan



Aku tidak benar-benar tau tentang diriku dan cinta

Bisakah aku hanya meminta?

Bisakah aku hanya renungkan sesaat bersama sang sepi yang setia kini?