mengarungi samudera mahligai nan suci
penuh gelombang silih berganti
semua adalah ujian penguat cinta
bila hati bicara
* terkadang tak perlu terucap kata-kata
untuk selami dalamnya hatimu
susah senangmu jadi bagian hidupku
karena hati bicara
reff:
tatap manja matamu kisahkan berjuta cerita
hadirmu di hidupku memberikan berjuta makna
karunia Illahi mempersatukan dua hati
ku rasa yang kau rasa karena hati bicara
repeat *
repeat reff [3x]
ku rasa yang kau rasa karena hati bicara
Senin, 29 Agustus 2011
Minggu, 21 Agustus 2011
untuk kesekian kali (18 Agustus 2011 5:08)
Aku rasakan lagi sesuatu ini
Sesuatu yang selalu membuatku takut
Takut untuk mengingatnya, dan mengukir semua tentangnya
Tentang banyak hal yang ia sukai
Tentang segala hal yang biasa kita lakukan tidak sendiri
Melihatnya aku akan resah
Resah apakah ia akan menyapaku dalam tepi ketidakpastian
Tepi Resahnya dalam kegalauan yang berkawan
Jujur aku tau sesuatu ini bukan hal kecil lagi
Tapi satu masa di mana aku..Jatuh hati UNTUK kesekian kali
Benarkah?
Lalu bagaimana dengan perasaan yang lain?
MATI
Tenggelam bersama kekecewaan dan kesendirianku kini
Sesungguhnya aku hanya ingin satu kali saja
Mencintai seseorang yang mencintaiNya
Aku pun berharap satu rasa saja
Yang utuh. Bukan telah terbagi ataupun meragu dan kecewa
Kusebut apa namanya ini?
Kenapa tidak pernah hatiku terpaut pada hati yang kutuju
Kenapa tidak pernah ketulusan datang pada masa yang pasti
Dan sekarang, terlambat aku pahami semua ini
Hingga akhirnya aku hanya DIAM (lagi)
Sebut saja begitu
Sesuatu yang selalu membuatku takut
Takut untuk mengingatnya, dan mengukir semua tentangnya
Tentang banyak hal yang ia sukai
Tentang segala hal yang biasa kita lakukan tidak sendiri
Melihatnya aku akan resah
Resah apakah ia akan menyapaku dalam tepi ketidakpastian
Tepi Resahnya dalam kegalauan yang berkawan
Jujur aku tau sesuatu ini bukan hal kecil lagi
Tapi satu masa di mana aku..Jatuh hati UNTUK kesekian kali
Benarkah?
Lalu bagaimana dengan perasaan yang lain?
MATI
Tenggelam bersama kekecewaan dan kesendirianku kini
Sesungguhnya aku hanya ingin satu kali saja
Mencintai seseorang yang mencintaiNya
Aku pun berharap satu rasa saja
Yang utuh. Bukan telah terbagi ataupun meragu dan kecewa
Kusebut apa namanya ini?
Kenapa tidak pernah hatiku terpaut pada hati yang kutuju
Kenapa tidak pernah ketulusan datang pada masa yang pasti
Dan sekarang, terlambat aku pahami semua ini
Hingga akhirnya aku hanya DIAM (lagi)
Sebut saja begitu
Jumat, 12 Agustus 2011
Diam yang ramai (12 Agustus 2011, 15:31)
Aku sempat berpikir apa yang akan aku bicarakan
Renungan yang sangat panjang
Pada kata terhadap aku dan dia
Pada raut wajah yang sedang tanpa ekspresi
Aku sedang menulis tentang aku
Aku katakan pada siapa
Aku sedang bicara tentang aku
Aku tuliskan pada siapa
Inginnya diam tak melakukan apapun
Tapi aku ingin melakukan sesuatu
Apapun yang membuat aku mengerti
Hufh..diamku ini sebenarnya banyak berbicara dikeramaian
Tanpa ada yang tau
Kecuali Dia
Aku benci harus begini
Lagi..
Renungan yang sangat panjang
Pada kata terhadap aku dan dia
Pada raut wajah yang sedang tanpa ekspresi
Aku sedang menulis tentang aku
Aku katakan pada siapa
Aku sedang bicara tentang aku
Aku tuliskan pada siapa
Inginnya diam tak melakukan apapun
Tapi aku ingin melakukan sesuatu
Apapun yang membuat aku mengerti
Hufh..diamku ini sebenarnya banyak berbicara dikeramaian
Tanpa ada yang tau
Kecuali Dia
Aku benci harus begini
Lagi..
Renungan Sepi (10 Agustus 2011, 23:37)
Aku mencintaimu seperti aku mencintai bulan yang sangat bijak malam ini
Menerangi malam setiap yang terlelap dan mendekapnya dalam hangat walau tanpa mimpi
Aku mencintaimu seperti siang menunggu malam dengan cahayanya tanpa pernah redup
Terik dan bersemangat menyambut datangnya malam walau tanpa pernah bisa bertaut
Akan kugambarkan cintaku seperti apapun pada secarik kertas lewat gambar kecil bertintakan rasa
Lewat goresan-goresan rayuku tentang kata "I", "LOVE", dan "YOU"
Meski aku dan kamu selalu terpisah oleh kata CINTA
Tidak akan bisa satu
Seperti lembutnya awan yang belum sekalipun kusentuh
Seperti indahnya menatap surga yang belum sekejappun kuintip
Seperti itulah aku ungkapkan cinta
Cinta yang tidak pernah ku jamah
Cinta yang tidak pernah ku teguk
Cinta yang tidak pernah ku peluk
Bahkan tidak pernah kulihat nampaknya
Boleh saja aku tuliskan sejuta puisi untuk cinta
Mampu saja aku bangunkan candi-candi indah untuk menggambarkan kemegahan cinta
Aku pun bisa melakukan kegilaan besar seperti gilanya sang pujangga mencinta karyanya
Tapi aku tidak sanggup menampung rasa cinta yang sangat kuat dan terlampau pelangi untuk dipahami
Jadi bisakah kita sisakan sedikit waktu saja untuk diam dan mendengar
Mendengar apa yang selama ini luput dari penglihatan dan perabaan
Aku tidak benar-benar tau tentang diriku dan cinta
Bisakah aku hanya meminta?
Bisakah aku hanya renungkan sesaat bersama sang sepi yang setia kini?
Menerangi malam setiap yang terlelap dan mendekapnya dalam hangat walau tanpa mimpi
Aku mencintaimu seperti siang menunggu malam dengan cahayanya tanpa pernah redup
Terik dan bersemangat menyambut datangnya malam walau tanpa pernah bisa bertaut
Akan kugambarkan cintaku seperti apapun pada secarik kertas lewat gambar kecil bertintakan rasa
Lewat goresan-goresan rayuku tentang kata "I", "LOVE", dan "YOU"
Meski aku dan kamu selalu terpisah oleh kata CINTA
Tidak akan bisa satu
Seperti lembutnya awan yang belum sekalipun kusentuh
Seperti indahnya menatap surga yang belum sekejappun kuintip
Seperti itulah aku ungkapkan cinta
Cinta yang tidak pernah ku jamah
Cinta yang tidak pernah ku teguk
Cinta yang tidak pernah ku peluk
Bahkan tidak pernah kulihat nampaknya
Boleh saja aku tuliskan sejuta puisi untuk cinta
Mampu saja aku bangunkan candi-candi indah untuk menggambarkan kemegahan cinta
Aku pun bisa melakukan kegilaan besar seperti gilanya sang pujangga mencinta karyanya
Tapi aku tidak sanggup menampung rasa cinta yang sangat kuat dan terlampau pelangi untuk dipahami
Jadi bisakah kita sisakan sedikit waktu saja untuk diam dan mendengar
Mendengar apa yang selama ini luput dari penglihatan dan perabaan
Aku tidak benar-benar tau tentang diriku dan cinta
Bisakah aku hanya meminta?
Bisakah aku hanya renungkan sesaat bersama sang sepi yang setia kini?
Langganan:
Komentar (Atom)