Aku mencintaimu seperti aku mencintai bulan yang sangat bijak malam ini
Menerangi malam setiap yang terlelap dan mendekapnya dalam hangat walau tanpa mimpi
Aku mencintaimu seperti siang menunggu malam dengan cahayanya tanpa pernah redup
Terik dan bersemangat menyambut datangnya malam walau tanpa pernah bisa bertaut
Akan kugambarkan cintaku seperti apapun pada secarik kertas lewat gambar kecil bertintakan rasa
Lewat goresan-goresan rayuku tentang kata "I", "LOVE", dan "YOU"
Meski aku dan kamu selalu terpisah oleh kata CINTA
Tidak akan bisa satu
Seperti lembutnya awan yang belum sekalipun kusentuh
Seperti indahnya menatap surga yang belum sekejappun kuintip
Seperti itulah aku ungkapkan cinta
Cinta yang tidak pernah ku jamah
Cinta yang tidak pernah ku teguk
Cinta yang tidak pernah ku peluk
Bahkan tidak pernah kulihat nampaknya
Boleh saja aku tuliskan sejuta puisi untuk cinta
Mampu saja aku bangunkan candi-candi indah untuk menggambarkan kemegahan cinta
Aku pun bisa melakukan kegilaan besar seperti gilanya sang pujangga mencinta karyanya
Tapi aku tidak sanggup menampung rasa cinta yang sangat kuat dan terlampau pelangi untuk dipahami
Jadi bisakah kita sisakan sedikit waktu saja untuk diam dan mendengar
Mendengar apa yang selama ini luput dari penglihatan dan perabaan
Aku tidak benar-benar tau tentang diriku dan cinta
Bisakah aku hanya meminta?
Bisakah aku hanya renungkan sesaat bersama sang sepi yang setia kini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar