Jumat, 12 Agustus 2011

Renungan Sepi (10 Agustus 2011, 23:37)

Aku mencintaimu seperti aku mencintai bulan yang sangat bijak malam ini

Menerangi malam setiap yang terlelap dan mendekapnya dalam hangat walau tanpa mimpi

Aku mencintaimu seperti siang menunggu malam dengan cahayanya tanpa pernah redup

Terik dan bersemangat menyambut datangnya malam walau tanpa pernah bisa bertaut



Akan kugambarkan cintaku seperti apapun pada secarik kertas lewat gambar kecil bertintakan rasa

Lewat goresan-goresan rayuku tentang kata "I", "LOVE", dan "YOU"

Meski aku dan kamu selalu terpisah oleh kata CINTA

Tidak akan bisa satu



Seperti lembutnya awan yang belum sekalipun kusentuh

Seperti indahnya menatap surga yang belum sekejappun kuintip

Seperti itulah aku ungkapkan cinta

Cinta yang tidak pernah ku jamah

Cinta yang tidak pernah ku teguk

Cinta yang tidak pernah ku peluk

Bahkan tidak pernah kulihat nampaknya



Boleh saja aku tuliskan sejuta puisi untuk cinta

Mampu saja aku bangunkan candi-candi indah untuk menggambarkan kemegahan cinta

Aku pun bisa melakukan kegilaan besar seperti gilanya sang pujangga mencinta karyanya

Tapi aku tidak sanggup menampung rasa cinta yang sangat kuat dan terlampau pelangi untuk dipahami

Jadi bisakah kita sisakan sedikit waktu saja untuk diam dan mendengar

Mendengar apa yang selama ini luput dari penglihatan dan perabaan



Aku tidak benar-benar tau tentang diriku dan cinta

Bisakah aku hanya meminta?

Bisakah aku hanya renungkan sesaat bersama sang sepi yang setia kini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar