Rabu, 28 September 2011

hidup

aku pernah mengeluh sakit ketika aku merasa ada luka yang tersisa dari sebuah perpisahan

akupun pernah menangis kecewa saat aku tau ada yang mencuri perasaan paling berharga dariku lalu pergi

namun, setelah sekian lama aku merenungkannya kembali dan mencoba berpikir dewasa, ternyata sakit itu bukan karena luka, tapi karena perasaan memiliki yang amat dalam dan tak ingin ditinggalkan.

dan airmata yang mengalir di pipiku ini bukanlah karena sesuatu yang di curi, tapi karena harapan yang terlalu besar tidak dapat terbalaskan.

kini aku mulai beranjak dewasa..
tidak boleh lagi ada keluhan lain tentang perubahan yang terjadi dalam hidupku.
ini hanyalah soal proses pendewasaan diri dan bagaimana aku menyikapi hidup.

bila aku merasakan kecewa kembali, itu pun hanya siklus kecil yang harus dilewati setiap makhluk hidup yang ada. bukan hak ku untuk menangisinya.
aku harusnya wajib bersyukur atas jalan yang pernah aku lewati.
karena dengan begitulah aku tidak akan tersesat dalam rumitnya rute kehidupan manusia.

harus ku sesali kah yang pernah terjadi? TIDAK
ku pikir, bersyukur dan tetap memperbaiki diri jauh lebih baik.

27092011 (15:45)

aku datang saat tak ada apapun diantara kita. aku begitu mengagumi semua. aku pun tidak pernah menyangka hingga akhirnya aku mengagumi kepribadiannya. meski disaat yang salah. meski dengan jalan yang bukan untukku kulewati.



hingga akhirnya aku akui, aku jatuh kembali pada rasa yang bukan untukku. mungkin begini aku yang terlampau mudah terluluhkan. padahal, aku tidak mudah menjatuhkan hati. tidak mudah pula untuk melepasnya. meski begitu aku relakan kesalahan ini.



taukah dia ketika aku melihat kebaikan dari hatinya. mendengar kata-kata manis dari ucapnya. dan menganggap sesuatu telah terberi untukku. oh.. mungkinkah aku harus kecewa lagi. pada asa yang tak tepat, yang begitu menyiksa.



salahkah aku mengartikan kehadirannya dengan rasa ini? salahkah aku menanti kembali untuk waktu yang lama? salahkah aku yang terlampau takut menghapusnya? aku terluka. apakah dia tau?

26 September 2011 (3:39)

Segenap rasa ketika meneguk air kehidupan akan teras hambar

Saat patah hati

Saat disakiti



Segenap ketegaran untuk bertahan menghirup aroma kehidupan akan rapuh

Saat ditinggalkan sendirian

Saat diabaikan



Aku jatuh cinta pada selongsong peluru yang tanpa isi

Tetap membuatku terluka

Aku jatuh cinta pada embun yang kujumpa pagi

Sejenak sudah terpahatkan



Betapa kekosonganlah yang sering menghujamku

Betapa kegamangan di dada sesak tiada terbendung



Kehancuranku, betapa tidak berdayanya aku

Lemahku tak mampu menopang ragu senduku

Kucoba kini untuk menepi sendiri

Mungkin aku terlalu memaksa meski tiada cinta



Egokah

jika boleh aku bertanya

jika boleh aku bertanya pada bintang, kenapa kamu tidak pernah letih menyinari malamku?

"aku ingin kamu terlelap dalam malam yang indah, seperti saat kamu tersenyum pada pagi"



jika boleh aku bertanya pada hujan, kenapa kamu selalu membuatku damai saat menyapaku dengan rintik?

"aku ingin kamu mendengar musik terindah, seperti saat kamu memanggil namaku dengan cinta"



jika boleh aku bertanya pada dedaunan, kenapa kamu berguguran saat aku bersandar dalam rindangmu?

"aku ingin mengajakmu menari dengan melodi alam yang sendu seperti saat kamu memelukku"



dan jika boleh aku bertanya....

apakah bintang akan selalu bersamaku setiap kali aku menangis semalam?

apakah hujan akan selalu mendengarku saat aku hanya bisa terdiam?

apakah dedaunan akan selalu bertiup disampingku ketika aku sudah tidak mampu berpijak lagi?



aku hanya takut tidak akan ada lagi yang mau merangkulku

ketika aku lemah

ketika aku terjatuh

dan ketika aku hanya bisa terdiam dan menangisi langkahku yang rapuh.

20 tahun

usiaku ini..

hanyalah nilai dari dua angka sederhana yang akan terus bertambah

aku berharap ada banyak keajaiban pada hidupku kini

apakah berarti aku lelah berikhtiar padaMu, Ya Allah?

kuharap tidak



usiaku ini..

adalah kawan disaat raga hanya terlihat visualisasinya

tapi tidak dapat didengar apa kehendaknya

padahal aku punya banyak kata, kalimat,

yang akan kurangkai sebagai pengganti catatan singkat hdupku



hari ini..

kutulis kembali kalimat kerinduan yang selalu membuatku terjatuh

bukan sekadar rindu pada sesuatu yang hidup

ataupun sesuatu yang mati

ini tentang keberadaanku, tak penting memang

tapi buatku itulah kekuatan hidupku



catatan ini..

mungkin hanya sementara mengganti kata yang belum terucap

meski sebenarnya ada banyak yang telah kurangkai

entahlah..

aku lagi-lagi mengaku tak pandai mengungkapkan apa yang ingin kukatakan

apa yang ingin kuceritakan

tentangku dan impianku



yang jelas..

aku tuliskan kalimat-kalimat ini pada usiaku yang ke-20 tahun

dalam kondisi yang sama seperti dulu

dalam cara yang jauh berbeda dari tahun sebelumnya

aku sendiri