aku pernah mengeluh sakit ketika aku merasa ada luka yang tersisa dari sebuah perpisahan
akupun pernah menangis kecewa saat aku tau ada yang mencuri perasaan paling berharga dariku lalu pergi
namun, setelah sekian lama aku merenungkannya kembali dan mencoba berpikir dewasa, ternyata sakit itu bukan karena luka, tapi karena perasaan memiliki yang amat dalam dan tak ingin ditinggalkan.
dan airmata yang mengalir di pipiku ini bukanlah karena sesuatu yang di curi, tapi karena harapan yang terlalu besar tidak dapat terbalaskan.
kini aku mulai beranjak dewasa..
tidak boleh lagi ada keluhan lain tentang perubahan yang terjadi dalam hidupku.
ini hanyalah soal proses pendewasaan diri dan bagaimana aku menyikapi hidup.
bila aku merasakan kecewa kembali, itu pun hanya siklus kecil yang harus dilewati setiap makhluk hidup yang ada. bukan hak ku untuk menangisinya.
aku harusnya wajib bersyukur atas jalan yang pernah aku lewati.
karena dengan begitulah aku tidak akan tersesat dalam rumitnya rute kehidupan manusia.
harus ku sesali kah yang pernah terjadi? TIDAK
ku pikir, bersyukur dan tetap memperbaiki diri jauh lebih baik.
Rabu, 28 September 2011
27092011 (15:45)
aku datang saat tak ada apapun diantara kita. aku begitu mengagumi semua. aku pun tidak pernah menyangka hingga akhirnya aku mengagumi kepribadiannya. meski disaat yang salah. meski dengan jalan yang bukan untukku kulewati.
hingga akhirnya aku akui, aku jatuh kembali pada rasa yang bukan untukku. mungkin begini aku yang terlampau mudah terluluhkan. padahal, aku tidak mudah menjatuhkan hati. tidak mudah pula untuk melepasnya. meski begitu aku relakan kesalahan ini.
taukah dia ketika aku melihat kebaikan dari hatinya. mendengar kata-kata manis dari ucapnya. dan menganggap sesuatu telah terberi untukku. oh.. mungkinkah aku harus kecewa lagi. pada asa yang tak tepat, yang begitu menyiksa.
salahkah aku mengartikan kehadirannya dengan rasa ini? salahkah aku menanti kembali untuk waktu yang lama? salahkah aku yang terlampau takut menghapusnya? aku terluka. apakah dia tau?
hingga akhirnya aku akui, aku jatuh kembali pada rasa yang bukan untukku. mungkin begini aku yang terlampau mudah terluluhkan. padahal, aku tidak mudah menjatuhkan hati. tidak mudah pula untuk melepasnya. meski begitu aku relakan kesalahan ini.
taukah dia ketika aku melihat kebaikan dari hatinya. mendengar kata-kata manis dari ucapnya. dan menganggap sesuatu telah terberi untukku. oh.. mungkinkah aku harus kecewa lagi. pada asa yang tak tepat, yang begitu menyiksa.
salahkah aku mengartikan kehadirannya dengan rasa ini? salahkah aku menanti kembali untuk waktu yang lama? salahkah aku yang terlampau takut menghapusnya? aku terluka. apakah dia tau?
26 September 2011 (3:39)
Segenap rasa ketika meneguk air kehidupan akan teras hambar
Saat patah hati
Saat disakiti
Segenap ketegaran untuk bertahan menghirup aroma kehidupan akan rapuh
Saat ditinggalkan sendirian
Saat diabaikan
Aku jatuh cinta pada selongsong peluru yang tanpa isi
Tetap membuatku terluka
Aku jatuh cinta pada embun yang kujumpa pagi
Sejenak sudah terpahatkan
Betapa kekosonganlah yang sering menghujamku
Betapa kegamangan di dada sesak tiada terbendung
Kehancuranku, betapa tidak berdayanya aku
Lemahku tak mampu menopang ragu senduku
Kucoba kini untuk menepi sendiri
Mungkin aku terlalu memaksa meski tiada cinta
Egokah
Saat patah hati
Saat disakiti
Segenap ketegaran untuk bertahan menghirup aroma kehidupan akan rapuh
Saat ditinggalkan sendirian
Saat diabaikan
Aku jatuh cinta pada selongsong peluru yang tanpa isi
Tetap membuatku terluka
Aku jatuh cinta pada embun yang kujumpa pagi
Sejenak sudah terpahatkan
Betapa kekosonganlah yang sering menghujamku
Betapa kegamangan di dada sesak tiada terbendung
Kehancuranku, betapa tidak berdayanya aku
Lemahku tak mampu menopang ragu senduku
Kucoba kini untuk menepi sendiri
Mungkin aku terlalu memaksa meski tiada cinta
Egokah
jika boleh aku bertanya
jika boleh aku bertanya pada bintang, kenapa kamu tidak pernah letih menyinari malamku?
"aku ingin kamu terlelap dalam malam yang indah, seperti saat kamu tersenyum pada pagi"
jika boleh aku bertanya pada hujan, kenapa kamu selalu membuatku damai saat menyapaku dengan rintik?
"aku ingin kamu mendengar musik terindah, seperti saat kamu memanggil namaku dengan cinta"
jika boleh aku bertanya pada dedaunan, kenapa kamu berguguran saat aku bersandar dalam rindangmu?
"aku ingin mengajakmu menari dengan melodi alam yang sendu seperti saat kamu memelukku"
dan jika boleh aku bertanya....
apakah bintang akan selalu bersamaku setiap kali aku menangis semalam?
apakah hujan akan selalu mendengarku saat aku hanya bisa terdiam?
apakah dedaunan akan selalu bertiup disampingku ketika aku sudah tidak mampu berpijak lagi?
aku hanya takut tidak akan ada lagi yang mau merangkulku
ketika aku lemah
ketika aku terjatuh
dan ketika aku hanya bisa terdiam dan menangisi langkahku yang rapuh.
"aku ingin kamu terlelap dalam malam yang indah, seperti saat kamu tersenyum pada pagi"
jika boleh aku bertanya pada hujan, kenapa kamu selalu membuatku damai saat menyapaku dengan rintik?
"aku ingin kamu mendengar musik terindah, seperti saat kamu memanggil namaku dengan cinta"
jika boleh aku bertanya pada dedaunan, kenapa kamu berguguran saat aku bersandar dalam rindangmu?
"aku ingin mengajakmu menari dengan melodi alam yang sendu seperti saat kamu memelukku"
dan jika boleh aku bertanya....
apakah bintang akan selalu bersamaku setiap kali aku menangis semalam?
apakah hujan akan selalu mendengarku saat aku hanya bisa terdiam?
apakah dedaunan akan selalu bertiup disampingku ketika aku sudah tidak mampu berpijak lagi?
aku hanya takut tidak akan ada lagi yang mau merangkulku
ketika aku lemah
ketika aku terjatuh
dan ketika aku hanya bisa terdiam dan menangisi langkahku yang rapuh.
20 tahun
usiaku ini..
hanyalah nilai dari dua angka sederhana yang akan terus bertambah
aku berharap ada banyak keajaiban pada hidupku kini
apakah berarti aku lelah berikhtiar padaMu, Ya Allah?
kuharap tidak
usiaku ini..
adalah kawan disaat raga hanya terlihat visualisasinya
tapi tidak dapat didengar apa kehendaknya
padahal aku punya banyak kata, kalimat,
yang akan kurangkai sebagai pengganti catatan singkat hdupku
hari ini..
kutulis kembali kalimat kerinduan yang selalu membuatku terjatuh
bukan sekadar rindu pada sesuatu yang hidup
ataupun sesuatu yang mati
ini tentang keberadaanku, tak penting memang
tapi buatku itulah kekuatan hidupku
catatan ini..
mungkin hanya sementara mengganti kata yang belum terucap
meski sebenarnya ada banyak yang telah kurangkai
entahlah..
aku lagi-lagi mengaku tak pandai mengungkapkan apa yang ingin kukatakan
apa yang ingin kuceritakan
tentangku dan impianku
yang jelas..
aku tuliskan kalimat-kalimat ini pada usiaku yang ke-20 tahun
dalam kondisi yang sama seperti dulu
dalam cara yang jauh berbeda dari tahun sebelumnya
aku sendiri
hanyalah nilai dari dua angka sederhana yang akan terus bertambah
aku berharap ada banyak keajaiban pada hidupku kini
apakah berarti aku lelah berikhtiar padaMu, Ya Allah?
kuharap tidak
usiaku ini..
adalah kawan disaat raga hanya terlihat visualisasinya
tapi tidak dapat didengar apa kehendaknya
padahal aku punya banyak kata, kalimat,
yang akan kurangkai sebagai pengganti catatan singkat hdupku
hari ini..
kutulis kembali kalimat kerinduan yang selalu membuatku terjatuh
bukan sekadar rindu pada sesuatu yang hidup
ataupun sesuatu yang mati
ini tentang keberadaanku, tak penting memang
tapi buatku itulah kekuatan hidupku
catatan ini..
mungkin hanya sementara mengganti kata yang belum terucap
meski sebenarnya ada banyak yang telah kurangkai
entahlah..
aku lagi-lagi mengaku tak pandai mengungkapkan apa yang ingin kukatakan
apa yang ingin kuceritakan
tentangku dan impianku
yang jelas..
aku tuliskan kalimat-kalimat ini pada usiaku yang ke-20 tahun
dalam kondisi yang sama seperti dulu
dalam cara yang jauh berbeda dari tahun sebelumnya
aku sendiri
Langganan:
Komentar (Atom)