Sabtu, 24 Desember 2011

YOUR VOICE

aku.. kini..
entah bagaimana, tiba-tiba tak tahu bagaimana rasa ini terkelola
ketika itu..
ia tersenyum dan kadang tertawa..
begitu manis seperti ingin ku abadikan
kadang lain.. ia terdiam menatapku begitu hangat..
seperti ada banyak kata yang ingin terucap, lewat tatap teduhnya

tapi sesaat.. ia tak kulihat..
sangat jauh.. jauh..entah seberapa jauh lagi..
tak sedikitpun mampu terjamah pandang mataku.
hanya.. hanya saja.. boleh aku bicara?

"satu bait lagu selalu terngiang disetiap detak, gebu jantungku"

bolehkah..terus kau ngiangkan suara itu?
hingga aku merasa begitu dekat
dekat dengan yang katanya disebut kasmaran..

Selasa, 20 Desember 2011

Bila ini Cinta

indah... memang seperti melihat sejuta warna di dunia ini.. cinta begitu membuat hati setiap orang berwarna. tapi... aku merasakan begitu banyak warna yang terus berganti. terkadang hijau. terkadang merah. terkadang merah jambu. atau biru. terkadang begitu damai. ketika aku diliputi perasaan cinta. terkadang merah. saat aku begitu marah, kesal. kadang pula merah jambu. bak anak 17tahun yang dilanda masa remaja. dan biru bila begitu tenang dan teduh. entah sejak kapan aku mulai menyadarinya. tapi senyumnya...begitu melekat dalam memoriku. bahkan aku merasa tidak netral dalam hati ini. begitu banyak gejolak rasa yang baru saja kumiliki. sedikiit saja... aku ingin ini tetap di sini. banyak perubahan di dirinya yang membuatku rapuh akan rasa. mulai ada cinta yang sangat merindu akan senyumnya. suaranya...membuat aku berkata, "Bila ini Cinta, izinkan aku memilikinya."

Minggu, 13 November 2011

ketika perenungan lelah mengingatkanku lagi

Ayah, iput cuma mau cerita tentang perjalanan hidup iput. adakah kesalahan besar yang udah iput buat? yang iput tau kesalahan iput adalah sering jatuh pada kebodohan yang sama. dan saat ini iput merasa sangat rendah. sepertinya berkali-kali iput ditinggalkan oleh orang-orang yang iput sayang. tapi yang paling menyakitkan adalah ketika iput ditinggalkan oleh laki-laki yang sangat iput percaya. iput yakin dialah yang bisa seperti ayah. penyabar dan soleh. bodohnya adalah..iput terlalu cepat menyimpulkan kalau dia menyayangi iput layaknya ayah. iput sangat menyayanginya yah..iput menaruh harap yang besar. entah karena sebab apa tiba-tiba ia pergi yah. tanpa memberi kata perpisahan terlebih penjelasan. iput ditinggalkan tanpa alasan, seperti dibuang rasanya. mungkin iput yang terlalu berperasaan. tapi anakmu ini adalah gadis dewasa yah. bukan gadis kecil yang ketika dibelikan permen hanya akan berjingkrak senang lalu seperti biasa lg saat menikmati permennya. iput seorang wanita yang sedang bersiap memberikan cinta pada keluarga kecilnya kelak. Ayah tau? setelah lama ia tanpa kabar, iput harus menerima kenyataan pahit ternyata ia pergi bukan karena tak suka apalagi benci. tapi karena iput memang tidak berarti apa-apa untuknya. ia sudah bersama orang lain dan kabarnya sudah merencanakan sebuah komitmen serius. apa tidak sakit anakmu ini yah. harus kehilangan orang yang diyakini bisa menyayangi iput seperti halnya ayah pada iput dulu. mungkin problemnya bukan pada siapa dia pergi atau bagaimana perasaannya sama iput. tapi caranya ia pergi seperti iput adalah nol. sebegitu tidak berharganya kah iput bagi orang lain? padahal...mimpi terbesar iput adalah bisa mencintai dan dicintai semua orang yang baru atau sudah lama iput kenal. lalu bagaimana lagi harus iput hadapi kepedihan seperti ini lagi? berkali dicurangi, apakah masih bisa iput mendapat sedikit keadilan? cuma sedikit..saja pelik segerombol masalah yang harus iput pendam sendiri. meski iput tak pernah meminta banyak meski iput tak pernah ingin dijanjikan apapun nyatanya banyak harap yang seperti air tak dapat digenggam dan seribu janji yang terucap kemudian terabaikan juga ketidak adilan pengingkaran bukan soal mengeluh pada Tuhan bukan soal siapa yang salah tapi bagaimana cara iput menempuhnya sendiri sampai sejauh yang harus dilampaui Ayah...seandainya kelak harus iput jumpai juga kediaman Ayah disana dalam waktu singkat iput akan tetap mencoba belajar "Apa itu kearifan hati dan ikhlas?" 22:22 / 13.11.2011

Senin, 17 Oktober 2011

kepergian

hati kita berkata menyakitkan ketika harus sendiri
nyatanya kematian selalu jadi kontrak pasti atas konsekuensi kehidupan
kepergian mungkin akan menyisakan luka lebih dalam
tapi cinta membuat kita akan membekali seutuhnya

Puisi Ketika Cinta Bertasbih

Bersaksi cinta diatas cinta
Dalam alunan tasbih ku ini
Menerka hati yang tersembunyi
Berteman dimalam sunyi penuh do'a

Sebut nama Mu terukir merdu
Tertulis dalam sajadah cinta
Tetapkan pilihan sebagai teman
Kekal abadi hingga akhir zaman

Istikharah cinta memanggilku
Memohon petunjukmu
satu nama teman setia
Naluriku berkata

Dipenantian luahan rasa
Teguh satu pilihan
Pemenuh separuh nafasku
Dalam mahabbah rindu

diistikharah cinta..

ISTIKHARAH CINTA - Sigma

Bersaksi cinta diatas cinta
Dalam alunan tasbih ku ini
Menerka hati yang tersembunyi
Berteman dimalam sunyi penuh do'a

Sebut nama Mu terukir merdu
Tertulis dalam sajadah cinta
Tetapkan pilihan sebagai teman
Kekal abadi hingga akhir zaman

Istikharah cinta memanggilku
Memohon petunjukmu
satu nama teman setia
Naluriku berkata

Dipenantian luahan rasa
Teguh satu pilihan
Pemenuh separuh nafasku
Dalam mahabbah rindu

diistikharah cinta..

MENANTI CINTA - Krisdayanti

sejak lama aku berdiri
dalam sepinya rongga hati
tak satu pun burung
mampu menjawab
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net

* hanya padaMu ku bertanya
lewat setiap sujudku ini
siapa kah nanti
cinta untukku

reff:
wahai penilai hati lihat batinku
nyaris bernanah karna luka tersayat
merana menantikan cinta dan kasih hidupku

rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku

repeat *
repeat reff

rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
namun harus ku ikhlaskan nasib cintaku padaMu

Source: http://liriklaguindonesia.net/k/krisdayanti/krisdayanti-menanti-cinta/#ixzz1b2Cv0TIV

Rabu, 28 September 2011

hidup

aku pernah mengeluh sakit ketika aku merasa ada luka yang tersisa dari sebuah perpisahan

akupun pernah menangis kecewa saat aku tau ada yang mencuri perasaan paling berharga dariku lalu pergi

namun, setelah sekian lama aku merenungkannya kembali dan mencoba berpikir dewasa, ternyata sakit itu bukan karena luka, tapi karena perasaan memiliki yang amat dalam dan tak ingin ditinggalkan.

dan airmata yang mengalir di pipiku ini bukanlah karena sesuatu yang di curi, tapi karena harapan yang terlalu besar tidak dapat terbalaskan.

kini aku mulai beranjak dewasa..
tidak boleh lagi ada keluhan lain tentang perubahan yang terjadi dalam hidupku.
ini hanyalah soal proses pendewasaan diri dan bagaimana aku menyikapi hidup.

bila aku merasakan kecewa kembali, itu pun hanya siklus kecil yang harus dilewati setiap makhluk hidup yang ada. bukan hak ku untuk menangisinya.
aku harusnya wajib bersyukur atas jalan yang pernah aku lewati.
karena dengan begitulah aku tidak akan tersesat dalam rumitnya rute kehidupan manusia.

harus ku sesali kah yang pernah terjadi? TIDAK
ku pikir, bersyukur dan tetap memperbaiki diri jauh lebih baik.

27092011 (15:45)

aku datang saat tak ada apapun diantara kita. aku begitu mengagumi semua. aku pun tidak pernah menyangka hingga akhirnya aku mengagumi kepribadiannya. meski disaat yang salah. meski dengan jalan yang bukan untukku kulewati.



hingga akhirnya aku akui, aku jatuh kembali pada rasa yang bukan untukku. mungkin begini aku yang terlampau mudah terluluhkan. padahal, aku tidak mudah menjatuhkan hati. tidak mudah pula untuk melepasnya. meski begitu aku relakan kesalahan ini.



taukah dia ketika aku melihat kebaikan dari hatinya. mendengar kata-kata manis dari ucapnya. dan menganggap sesuatu telah terberi untukku. oh.. mungkinkah aku harus kecewa lagi. pada asa yang tak tepat, yang begitu menyiksa.



salahkah aku mengartikan kehadirannya dengan rasa ini? salahkah aku menanti kembali untuk waktu yang lama? salahkah aku yang terlampau takut menghapusnya? aku terluka. apakah dia tau?

26 September 2011 (3:39)

Segenap rasa ketika meneguk air kehidupan akan teras hambar

Saat patah hati

Saat disakiti



Segenap ketegaran untuk bertahan menghirup aroma kehidupan akan rapuh

Saat ditinggalkan sendirian

Saat diabaikan



Aku jatuh cinta pada selongsong peluru yang tanpa isi

Tetap membuatku terluka

Aku jatuh cinta pada embun yang kujumpa pagi

Sejenak sudah terpahatkan



Betapa kekosonganlah yang sering menghujamku

Betapa kegamangan di dada sesak tiada terbendung



Kehancuranku, betapa tidak berdayanya aku

Lemahku tak mampu menopang ragu senduku

Kucoba kini untuk menepi sendiri

Mungkin aku terlalu memaksa meski tiada cinta



Egokah

jika boleh aku bertanya

jika boleh aku bertanya pada bintang, kenapa kamu tidak pernah letih menyinari malamku?

"aku ingin kamu terlelap dalam malam yang indah, seperti saat kamu tersenyum pada pagi"



jika boleh aku bertanya pada hujan, kenapa kamu selalu membuatku damai saat menyapaku dengan rintik?

"aku ingin kamu mendengar musik terindah, seperti saat kamu memanggil namaku dengan cinta"



jika boleh aku bertanya pada dedaunan, kenapa kamu berguguran saat aku bersandar dalam rindangmu?

"aku ingin mengajakmu menari dengan melodi alam yang sendu seperti saat kamu memelukku"



dan jika boleh aku bertanya....

apakah bintang akan selalu bersamaku setiap kali aku menangis semalam?

apakah hujan akan selalu mendengarku saat aku hanya bisa terdiam?

apakah dedaunan akan selalu bertiup disampingku ketika aku sudah tidak mampu berpijak lagi?



aku hanya takut tidak akan ada lagi yang mau merangkulku

ketika aku lemah

ketika aku terjatuh

dan ketika aku hanya bisa terdiam dan menangisi langkahku yang rapuh.

20 tahun

usiaku ini..

hanyalah nilai dari dua angka sederhana yang akan terus bertambah

aku berharap ada banyak keajaiban pada hidupku kini

apakah berarti aku lelah berikhtiar padaMu, Ya Allah?

kuharap tidak



usiaku ini..

adalah kawan disaat raga hanya terlihat visualisasinya

tapi tidak dapat didengar apa kehendaknya

padahal aku punya banyak kata, kalimat,

yang akan kurangkai sebagai pengganti catatan singkat hdupku



hari ini..

kutulis kembali kalimat kerinduan yang selalu membuatku terjatuh

bukan sekadar rindu pada sesuatu yang hidup

ataupun sesuatu yang mati

ini tentang keberadaanku, tak penting memang

tapi buatku itulah kekuatan hidupku



catatan ini..

mungkin hanya sementara mengganti kata yang belum terucap

meski sebenarnya ada banyak yang telah kurangkai

entahlah..

aku lagi-lagi mengaku tak pandai mengungkapkan apa yang ingin kukatakan

apa yang ingin kuceritakan

tentangku dan impianku



yang jelas..

aku tuliskan kalimat-kalimat ini pada usiaku yang ke-20 tahun

dalam kondisi yang sama seperti dulu

dalam cara yang jauh berbeda dari tahun sebelumnya

aku sendiri

Senin, 29 Agustus 2011

"Karena Hati Bicara" - Oki Setiana Dewi feat Andy Arsyil

mengarungi samudera mahligai nan suci
penuh gelombang silih berganti
semua adalah ujian penguat cinta
bila hati bicara

* terkadang tak perlu terucap kata-kata
untuk selami dalamnya hatimu
susah senangmu jadi bagian hidupku
karena hati bicara

reff:
tatap manja matamu kisahkan berjuta cerita
hadirmu di hidupku memberikan berjuta makna
karunia Illahi mempersatukan dua hati
ku rasa yang kau rasa karena hati bicara

repeat *
repeat reff [3x]

ku rasa yang kau rasa karena hati bicara

Minggu, 21 Agustus 2011

untuk kesekian kali (18 Agustus 2011 5:08)

Aku rasakan lagi sesuatu ini

Sesuatu yang selalu membuatku takut

Takut untuk mengingatnya, dan mengukir semua tentangnya

Tentang banyak hal yang ia sukai

Tentang segala hal yang biasa kita lakukan tidak sendiri



Melihatnya aku akan resah

Resah apakah ia akan menyapaku dalam tepi ketidakpastian

Tepi Resahnya dalam kegalauan yang berkawan



Jujur aku tau sesuatu ini bukan hal kecil lagi

Tapi satu masa di mana aku..Jatuh hati UNTUK kesekian kali

Benarkah?

Lalu bagaimana dengan perasaan yang lain?

MATI

Tenggelam bersama kekecewaan dan kesendirianku kini

Sesungguhnya aku hanya ingin satu kali saja

Mencintai seseorang yang mencintaiNya

Aku pun berharap satu rasa saja

Yang utuh. Bukan telah terbagi ataupun meragu dan kecewa



Kusebut apa namanya ini?

Kenapa tidak pernah hatiku terpaut pada hati yang kutuju

Kenapa tidak pernah ketulusan datang pada masa yang pasti

Dan sekarang, terlambat aku pahami semua ini

Hingga akhirnya aku hanya DIAM (lagi)

Sebut saja begitu

Jumat, 12 Agustus 2011

Diam yang ramai (12 Agustus 2011, 15:31)

Aku sempat berpikir apa yang akan aku bicarakan

Renungan yang sangat panjang

Pada kata terhadap aku dan dia

Pada raut wajah yang sedang tanpa ekspresi



Aku sedang menulis tentang aku

Aku katakan pada siapa

Aku sedang bicara tentang aku

Aku tuliskan pada siapa

Inginnya diam tak melakukan apapun

Tapi aku ingin melakukan sesuatu

Apapun yang membuat aku mengerti

Hufh..diamku ini sebenarnya banyak berbicara dikeramaian

Tanpa ada yang tau

Kecuali Dia



Aku benci harus begini

Lagi..

Renungan Sepi (10 Agustus 2011, 23:37)

Aku mencintaimu seperti aku mencintai bulan yang sangat bijak malam ini

Menerangi malam setiap yang terlelap dan mendekapnya dalam hangat walau tanpa mimpi

Aku mencintaimu seperti siang menunggu malam dengan cahayanya tanpa pernah redup

Terik dan bersemangat menyambut datangnya malam walau tanpa pernah bisa bertaut



Akan kugambarkan cintaku seperti apapun pada secarik kertas lewat gambar kecil bertintakan rasa

Lewat goresan-goresan rayuku tentang kata "I", "LOVE", dan "YOU"

Meski aku dan kamu selalu terpisah oleh kata CINTA

Tidak akan bisa satu



Seperti lembutnya awan yang belum sekalipun kusentuh

Seperti indahnya menatap surga yang belum sekejappun kuintip

Seperti itulah aku ungkapkan cinta

Cinta yang tidak pernah ku jamah

Cinta yang tidak pernah ku teguk

Cinta yang tidak pernah ku peluk

Bahkan tidak pernah kulihat nampaknya



Boleh saja aku tuliskan sejuta puisi untuk cinta

Mampu saja aku bangunkan candi-candi indah untuk menggambarkan kemegahan cinta

Aku pun bisa melakukan kegilaan besar seperti gilanya sang pujangga mencinta karyanya

Tapi aku tidak sanggup menampung rasa cinta yang sangat kuat dan terlampau pelangi untuk dipahami

Jadi bisakah kita sisakan sedikit waktu saja untuk diam dan mendengar

Mendengar apa yang selama ini luput dari penglihatan dan perabaan



Aku tidak benar-benar tau tentang diriku dan cinta

Bisakah aku hanya meminta?

Bisakah aku hanya renungkan sesaat bersama sang sepi yang setia kini?

Rabu, 13 Juli 2011

hingga 13 Juli 2011

Di sebuah persimpangan hidup aku hentikan langkah letih ini

Untuk memilih dan berpikir kembali tentang sesuatu

Oh tidak, tapi banyak hal



Ada kalanya aku ragu dan takut

Namun sesaat aku berusaha kuat dan yakinkan diriku

Inilah yang dapat kulakukan

Ini yang terbaik



Tapi tidak Tuhan

Engkau tau itu bukan aku

Karena itu aku terhenti

Lihatlah aku sekarang ini Tuhan

Tidak berdaya dihadapmu

Terlampau pasrah



Tuhan

Ingin rasanya aku ceritakan tentang satu keinginan kecilku

Tapi aku tahu Engkau tahu

Hanya saja, aku ingin bicara



Tidak bisa aku ingkari arti hadirnya semua ini

Sangat indah Tuhan

Sangat indah

Meski terkadang sedikit sulit

Begitu sombongkah aku Tuhan



Kudengar ada suara takdir yang sedang digoreskan

Apa aku salah

Mungkinkah ini hanya suara lemahnya hatiku



Dalam hati kecilku ada harapan itu

Sedang aku lakukan hal lain

Terlampau goyahnyakah keyakinanku kini Tuhan

Akan diriku sendiri



Aku tidak dapat menjelaskan semua kerumitan ini

Tidak semudah aku ucapkan pada yang lain

PadaMu aku hanya dapat menitihkan keluh dan kesah

Lewat butiran pedih yang luruh

Atau tatapan kosong dan do'a sederhana



Tuhan

Andaikan saja dapat setiap hari kugulirkan itu

Kurasa cukup untuk aku berbagi pada diriku sendiri

Cukup puas kubuat diriku menarik ulur langkah ini

Meski sesungguhnya aku tidak mampu

Sendiri

Selasa, 12 Juli 2011

kehangatan sahabat

kebekuan hidup dari tekanan, permasalahan hidup dan juga beban pikiran lain seakan cair oleh tawa dan gelak canda teman-teman.
jauh terlalu lama rasanya aku kehilangan moment ini karena satu sebab.
tapi cukuplah tak ingin aku kembali atau mengingatnya lagi. sudah terlalu membebani.
aku bahagia ada mereka lagi bersamaku.
entah apakah ini saat yang tepat aku kembali jadi aku yang dulu.
akan kuperbaiki semuanya.
akan ku ulang lagi moment-moment terbaik bersama sahabat lagi seperti sedia kala.
tapi sampai sebelum semua benar-benar selesai, aku akan tetap berusaha menuntaskan kerikil kecil yang ada.
bosan aku seperti itu lagi, lagi dan lagi.
teman, aku bersyukur masih ada kalian mendampingiku.
kehangatan yang sudah kalian beri akan ku buat sebagai kekuatan hidupku.
semoga ini akan tetap baik-baik saja pada jalan yang benar. amiin..

Minggu, 10 Juli 2011

HIDUP adalah tentang sebuah PENGAKUAN

hidup adalah tentang sebuah pengakuan

aku mencoba mengartikan kata-kataku sendiri

mulai dari apa itu hidup

apa itu pengakuan

dan apakah hidup selalu terdefinisikan



hidup adalah tentang sebuah pengakuan

ketika kujabarkan kata demi kata tidak juga ku temukan

apakah sesulit itu arti hidup

aku tahu itu harus kujalani dulu

baru kuketahui seperti apa



hidup adalah tentang sebuah pengakuan

pengakuan atas apa

haruskah hidup saling aku mengakui

bukankah hidup penuh kebohongan

bukankah hidup tiada saling membanggakan

kurasa hidup hanya tentang keAKUan

individualistis



hidup adalah tentang sebuah pengakuan

tapi aku resapi kembali apa yang sudah kulalui

benarkah hidup adalah tentang sebuah pengakuan

dan aku sedikit menyadari tentang sesuatu

benar tidakkah arti hidup itu

hidup adalah hal besar yang patut disyukuri



ternyata hidup bukan hanya tentang sebuah pengakuan

tapi hidup adalah tentang banyaknya kita berarti bagi orang lain

banyaknya kita membuat orang lain tersenyum

cukuplah hidup jadi sebuah hadiah kecil dari Tuhan

untuk kita jaga sebagai amanah syurga bagi siapa yang mau memahami



tidak penting satu atau lebih penghargaan

bahkan penghormatan

tidak juga tentang kesombongan diri akan dilihat orang lain

apalagi saling membanggakan diri yang tidak ada arti

hidupku, untuk aku bagi

hidupku, tidak untuk kuakui



hidupku adalah tentang pinjamanNya..

patut kubayarkan kelak nanti.



senin, 00:50

11/07/2011

Jumat, 08 Juli 2011

ayah

Dear My Papa

Pada puisi aku datang ayah
Bukan hendak menggugat takdir kematianmu
Atau menghujat sang pemilik maut

Kali ini ingin aku katakan
Kepergianmu adalah pelajaran tanpa kamus
Perenungan panjang untuk dipahami
Bahwa hidup adalah pembuktian
Untuk wujudkan syukur dan sabar
Ketika harus menjalani skenarionya

Pada puisi aku akan kembali menemuimu ayah
Lewat goresan pena
Yang mengajariku tentang arti kematian
Bila esok telah kutemukan
Muara kasihNya tak bertepi
Akan kuceritakan kembali sepuluh malam kepergianmu
Dan sepuluh bunga yang masih berteduh
Di bawah puhon-pohon kamboja

"Oleh seseorang yang menginspirasiku"

bersama-sama

Dulu aku adalah orang yang dicari-cari. Karena aku yang aktif, inisiatif dan kreatif. Itu kata mereka. Aku apa adanya dan sederhana. Membuat orang lain nyaman bersamaku dan berteman denganku. "Aku punya banyak bakat yang harus bisa dikembangkan". Oleh karena itu aku ikut banyak kegiatan dan sangat menyibukkan diriku untuk mengasah bakat-bakatku itu, khususnya di dunia entertain. Sehingga dulu aku punya banyak teman dan dunia yang menyenangkan. Semua berpihak padaku, membanggakanku. Yang paling membuatku senang adalah, ibuku. Aku bahagia bisa membuatnya bangga pada prestasi-prestasiku yang memang ibuku punya andil sangat besar atas kesuksesan itu.

Aku senang punya banyak teman dan segudang prestasi. Tapi...entah kenapa aku merasa masih ada sesuatu yang kurang. Ada yang kosong dalam diriku, keseharianku. Sepertinya ada satu sosok, figur yang belum ada disampingku.

Pengganti ayah.
Walau aku tahu ayahku hanya satu, dan tidak akan pernah ada yang bisa lebih baik bahkan sepertinya. Ia teramat berharga untukku. Itulah, ada sosok laki-laki yang harusnya mendampingiku. Menjagaku dan membagi tawaku. Ya, saat itu memang aku masih belum menemukan laki-laki yang membuatku merasakan ada kasih ayah disampingku, menguatkan aku bahkan saat aku ingin membagi kebahagiaan. Aku cukup letih menikmati rasa senang ini sendiri. Maka jadilah aku yang seperti ini. Sendiri ditengah orang-orang yang meninggikanku. Sendiri di antara banyaknya sahabat yang tidak mampu kulihat.

Lama kuberpikir tentang itu. Sejauh ini, yang ku tahu, "Ketika itu aku tidak mengerti kenapa harus ada orang lain bersama kita". Mungkin karena aku tidak benar-benar sedang bersama orang lain. Aku juga tidak pernah tau apa ruginya kalau kita sendiri. Sepertinya aku ada bersama yang lain atau tidak, itu sama saja. Sama-sama bisa melakukan hal-hal menyenangkan, bahkan saat aku sendiri, aku merasa hal yang kulakukan itu lebih mengasyikan. So, mana kutahu "kalau ada orang lain bersamaku, apa hebatnya?"

Menurut mereka yang mungkin mengerti, orang lain ada untuk membuat kita paham akan diri sendiri. Untuk membantu membangkitkan sisi diri kita yang masih terlelap, membuatnya hidup dan menghidupkan dunia. Kita sendiri akan merasa bahwa kita hidup adalah untuk orang lain dan membahagiakannya.

Hmmm...entah kenapa aku tetap belum mengerti dengan kalimat-kalimat itu.

Sejak kecil aku menjalani hidup ini cukup keras dan tanpa perlu banyak bantuan dari orang lain kecuali ibu dan saudara-saudaraku, aku masih bisa tetap fight dengan hidup ini. Meskipun rasanya aku cukup senang mempunyai banyak teman. Tapi pada akhirnya aku sadar hidup membuat kita seperti diolok-olok, kita dipermainkan dengan sekeliling kita, aku merasa dimanfaatkan dan ketika tidak dibutuhkan maka aku akan dibuang, kemudian mereka akan mencariku lagi saat nilai guna itu ada kembali. Dan begitu lagi sampai kita terpisah.

Hari begitu cepat berlalu dan aku masih ingin mengerti semua ini. Sangat ingin!
Hingga satu ketika ada satu dunia yang kutempuh. Begitu mengartikan hidup pada Sang Empunya kehidupan. Bahwa kita memang sendiri di dunia ini hanya untukNya. Ialah yang selalu bersama kita sesungguhnya. Dan aku memang percaya itu. Tapi...lama kelamaan aku mulai ragu dengan mereka, "cara yang mereka jalani"-bukan hukum yang ada. Aku merasa di sana sama saja seperti di tempat gelap yang membuat kita menerka-nerka akan sesuatu di dalamnya. Bila kita memejamkan mata dan bermimpi tentang terang, maka segala yang baiklah yang kita lihat. Namun ketika yang ada hanya hitam, kita hanya melihat kesendirian, segala sesuatu yang tidak menyenangkan, walau mesti dijalani. Aku saat itu berada dalam masa yang sulit. Waktu selalu membuatku tidak ingin beranjak. Tapi ada saatnya juga aku benar-benar merasa sendiri dan semakin tidak mengerti. Hingga ku ambil keputusan untuk kembali lagi seperti dulu. Menjalani semuanya sendiri (lagi). Hanya saja aku ada dalam jalanNya.

Tanpa kusadar, orang-orang yang dulu pernah ada meramaikan hidupku, datang kembali. Mereka sepertinya ingin sekali menggoreskan catatan bahwa "Kamu adalah teman kami".
Datang lagi yang lain ingin menuliskan kalimat yang sama pada catatan kosong lembaran kehidupanku.
Mereka hadir dihadapku dengan kesederhanaan. Dan Kebahagiaan kecil mereka bawa untuk ditanamkan lagi padaku.

Ya Tuhan, aku tidak pernah lagi merasakan bahagia ini sejak hampir setahun lalu. Aku sekarang harus terbata-bata mengartikan ini semua. Situasi ini membuatku bingung dan tidak bisa membuat sebuah keputusan yang benar. Atau paling tidak yang terbaik.

Tetap saja, sedikit demi sedikit kucoba terima lagi keadaan ini. Bukankah ini yang kucari selama ini. Bersama orang lain. Mengartikan kata-kata itu. Dan sekarang aku hadir dengan aku yang berdampingan, bukan aku yang tersisihkan seperti beberapa waktu lalu. Dan kini, aku bahagia. Orang-orang lain itu datang mengisi catatan hidupku lagi. Mendampingiku. Menemaniku dan membagi keceriaan padaku. Aku senang, aku merasa sedikit kekosongan itu dapat terisi. Dan aku sudah punya cita-cita untuk nanti. "AKU AKAN MELAKUKAN APAPUN UNTUK MEMBUAT ORANG LAIN SENANG dan BAHAGIA BERSAMAKU".

Aku akan mencoba melakukannya lagi seperti dulu mereka bangga padaku.

Sepertinya aku mulai mengerti artinya kebersamaan, bagaimana membuat segalanya indah saat bersama orang lain, dan mengapa hidup harus bersama-sama. Aku menemukannya dari mereka. Mereka yang ada menemaniku, tidak membuatku melakukan segala sesuatunya sendiri. Semoga ini tidak lagi menjadi suatu harapan yang berlebihan untuk aku yang sedang kacau ini. Semoga ini tidak lagi menjadi bara api yang meleburkanku lagi. Dan semoga aku masih bisa percaya bahwa harapan itu masih boleh kumiliki. S-E-M-A-N-G-A-T !! Semangaaat....

..p(^o^)q..

Jumat, 17 Juni 2011

apapun kondisi yang kita hadapi, situasi yang paling baik adalah evaluasi diri dan kembali pada jalan yang baik. keluarga dan teman-teman akan menjadi sahabat yang baik dengan ketulusan.

Minggu, 12 Juni 2011

berhenti di sini dan cukup seperti ini

# ketika itu aku baru terlahir menjadi seseorang yang baru
yang kupikirkan adalah, aku akan menjadi seseorang yang jauh lebih baik. aku buat do'a dan harapan baru tentang segala sesuatu yang ingin kucapai kelak di sini. aku bahagia. aku mulai semuanya tanpa banyak pertimbangan dan yang kuyakini, ini adalah jalan yang terbaik buatku dan orang-orang yang sangat penting untukku. untuk mereka aku ada di sini.
waktu nampaknya terlalu cepat berjalan hingga ada sesuatu yang kurasa terlewatkan. masa kecilku. aku tidak terlalu tahu tentang proses yang sedang kujalani. tapi kucoba untuk mengerti. hari demi hari aku berusaha melakukan yang terbaik dan tetap mencoba mengerti. ada banyak hal yang tidak sesuai dengan yang apa yang kuketahui, kucoba lagi untuk mengerti. masa kecilku yang tidak kumengerti.

# sesaat waktu semakin jauh berlalu
semakin bertambah usiaku, makin banyak hal yang harus kupertanggungjawabkan. ada begitu banyak. kurasa ini saat aku harus beranjak dewasa, bukan menunggu waktu yang mendewasakan aku. tapi waktu,, nampaknya ia terlampau jauh meninggalkan aku. jauuh. dan aku pun tidak tahu sudah sampai dimanakah ia. hingga aku kini tidak tahu harus mengejar siapa, kemana atau bahkan kapan aku lebih dulu darinya.
lama kujalani semua, kupahami semua, kucoba lakukan yang terbaik, tetap aku masih tertinggal di sini. sepertinya memang bukan waktu yang meninggalkan aku. tapi aku yang tidak pernah mau memahami keberadaanku di sini. aku di sini bukan untuk bersenang-senang, tapi untuk hal besar dalam hidup dan matiku. masa depanku, persinggahan terakhirku.

# aku harus terjatuh dulu
ada banyak pepatah mengatakan bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan. apa kalimat itu juga ditujukan untukku? ketidaktahuanku di waktu kecil, menjamur hingga aku beranjak remaja. seringkali aku berbuat kesalahan. sering sekali. hingga aku sempat kecewa dan merasa sangat tidak berguna. apakah aku di sini hanya menimbulkan kerusakan?? tapi mereka di sana tidak berkata demikian. mereka bilang, aku hanya harus mencoba mengerti dan mau berusaha untuk bisa memperbaiki. aku tidak salah, aku bisa melakukan yang terbaik. menjadi orang yang berpengaruh, seperti do'aku dulu. hanya saja aku masih sedikit ragu dengan kemampuanku dan pertolongan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

# harus meyakini proses atau hasil
proses. kurasa hal itu lebih penting ketimbang hasil besar tanpa proses yang baik. tapi bagaimana bila seseorang tidak pernah tahu tentang sebuah proses, sebuah perjalanan,sebuah langkah kehidupan yang semua orang harus menjalaninya?
hasil. ini juga penting, tapi bagi orang lain lebih penting. hasil hanya akan dilihat tapi bukan untuk mendapatkan sebuah mutiara ilmu yang lebih berarti. ketika hasil yang kita dapat tidak cukup sama dengan harapan, maka kita kan terus mengejarnya lagi, meski tanpa proses terkadang. hasil adalah keegoisan.
proses atau hasilkah yang selama ini kukejar? kalau proses, pasti aku sudah menjadi orang yang cukup bijak dan dewasa, terlebih terhadap diriku sendiri. tapi sekarang, apakah aku tidak cukup pantas dikatakan lebih baik? kurasa sangat tidak pantas. ada penyesalan terhadap aku yang sekarang. tapi aku tidak akan mneyalahkan siapapun, karena aku begini, karena tindakanku sendiri.

# ketika aku harus menyerah dan dikecewakan lagi
banyak pertanyaan yang muncul ketika aku mundur kebelakang. kenapa begini, kenapa begitu? bisakah begini, bisakah begitu? aku terlalu banyak bertanya pada hal di luar diriku. tapi aku jarang berpikir tentang diriku sendiri. kenapa selama ini aku terlalu lemah terhadap kekurangan yang aku punya ini? karena itulah aku tidak pernah maju dan selalu tertinggal oleh waktu. oleh orang-orang disekitarku.
aku menyerah saat ini.
rasanya tidak perlu ada lagi harapan yang kubuat. harapan-harapan itu hanya akan membuat aku terbuai oleh hasil yang tidak pernah kukejar. cukup saja aku menjadi aku yang dulu. ikuti saja aturan yang ada, jangan terlalu banyak berangan-angan karena aku ada bukan untuk pengharapan.
segenggam jarum kupesan sendiri untuk aku yang ini. aku yang selalu terbuang. biar, aku mampu pergi bersama yang telah tertidur. mencoba berserah diri.

# laluu
lalu apa yang hendak kulakukan ke depan? diam saja dan menangis menyesali keadaan? itu berarti aku menyalahkan Tuhan. tidak demikian. aku hanya akan berhenti dari aku yang seperti ini dan cukup tenggelam dari rasa kecewa. aku harus menjalani apa yang bukan menjadi mauku. bukan pengharapan-pengharapan lagi.

Jumat, 27 Mei 2011

aku mencoba mengerti

aku mungkin bukan orang yang pandai mencairkan suasana
aku juga bukan orang yang segera paham atas suatu maksud
mungkin akupun sering lupa akan sesuatu yang justru penting
yaa...dalam hal itu aku lemah

tapi aku bisa menjadi tempat bersandar jika seseorang mau percaya
aku mungkin bisa menguatkan orang lain dan meyakini mereka bisa
dan aku percaya aku kelak... akan menemukan sesuatu yang lebih lagi dari diriku
UNTUK MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN

Meyakini Perubahan ini adalah BAIK

ketika basmallah terucap,, getar hati kian terdengar..


pundi-pundi keraguan terhapuslah sudah..


getar itu kini menjadi indah,, semakin indah..


ya robb,, semoga sejak detik ini, tak ada lagi aku yang tak berkeyakinan..


yakinkanlah aku, perubahan ini adalah kewajiban dan kebutuhan rohaniku.


dan yakinkan aku,, bahwa Engkaulah yang teramat kucintai. amien..

Minggu, 22 Mei 2011

selama ini aku LUPA

ingat saat jadi pusat perhatian

seharian beraktivitas

tapi tetap dicari-cari kawan dan sahabat

serta orang terkasih..



ingat saat bolak-balik berkegiatan

letih membagi waktu dan tenaga

tapi tetap sahabat dan orang terkasih

mendampingi dan mensuport..



ingat saat jatuh sejatuh-jatuhnya

tanpa teman apalagi sahabat

tapi tetap masih ada satu orang terkasih

(yang tak pernah tau dia tentang aku)

dialah yang justru tetap ada..



ingat saat sekarang benar-benar kosong

sendiri dan butuh orang lain

yang dapat dipercaya dan mempercayai aku

tapi tidak ada siapa-siapa..



AKU SALAH !



ternyata selama ini aku tidak benar-benar ingat



aku LUPA!


bahwa memang yang ada

hanya ALLAH yang maha mendampingi umatNyalah

yang tetap ada bersamaku..



selama ini aku tidak pernah sendiri

selama aku masih mengingatNya..

Selasa, 29 Maret 2011

NO ME AMES *Jennifer Lopez feat Marc Anthony

Dime porque lloras
De felicidad
Y porqué te ahogas
Por la soledad
Y porque me tomas, fuerte así, mis manos
Y tus pensamientos te van llevando
Yo te quiero tanto
Y porque será
Loco testarudo, no lo dudes mas
Aunque en el futuro, haya un muro enorme
Yo no tengo miedo
Quiero enamorarme
No me ames, porque piensas que parezco diferente
Tú no piensas que es lo justo ver pasar el tiempo juntos
No me ames, que comprendo la mentira que sería
Si tu amor no merezco, no me ames, mas quedate otro día
No me ames, porque estoy perdido, porque cambie el mundo,
Porque es el destino, porque no se puede, somos un espejo
Y tu así serías lo que yo de mi reflejo
No me ames, para estar muriendo, dentro de una guerra llena de arrepentimientos,
No me ames, para estar en tierra, quiero
Con tu gran amor por el azul del cielo
No sé que decirte, esa es la verdad
Si la gente quiere, sabe lastimar
Tu y yo partiremos, ellos no se mueven
Pero en este cielo sola no me dejes
No me dejes, no me dejes, no me escuches, si te digo "no me ames"
No me dejes, no desarmes, mi corazón con ese "no me ames"
No me ames, te lo ruego, mi amargura déjame
Sabes bien, que no puedo,que es inútil, que siempre te amaré
No me ames, pues te haré sufrir con este corazón que se lleno de mil inviernos
No me ames, para así olvidarte de tus dias trises quiero que me ames
sólo por amarme
No me ames, tu y yo volaremos uno con el otro y seguiremos siempre juntos
Este amor es como el sol que sale tras de la tormenta
Como dos cometas en la misma estela
No me ames
No me ames
No me ames

Jumat, 11 Maret 2011

I just want to talk...just wanted to share

FUNDAMENTAL

sepertinya berat mengartikan kata-kata itu dalam dunia pendidikan yang sedang kuteguk.
bayangkan ketika kita membangun sebuah rumah.

....

apakah kita akan begitu saja mengaduk semen, membuat kerangka dan sebagainya? TIDAK

tentu kita menginginkan rumah yang kokoh, aman dan nyaman ditempati.
bagaimana agar rumah itu kokoh?
seperti apa rumah yang aman?
harus diberi apa agar rumah ini nyaman?

pasti untuk kekokohan sebuah rumah perlu dibangun fondasi yang baik
untuk itu tidak bisa psikologis seseorang dibangun dalam tekanan ataupun ketrpaksaan.
sesuatu yang dipaksakan dan terburu-buru pasti nantinya akan menuai kegagalan.

FUNDAMENTAL

sekali lagi kata-kata itu sebenarnya menjadi suatu penyesalan yang sedikit membebani saya sebagai seorang pendidik yang harus mendidik diri saya terlebih dahulu untuk dapat mendidik anak-anak titipan Tuhan itu kelak dengan cara yang sempurna.

(^_^)q

Sabtu, 05 Maret 2011

Teringat atau Mengingat

Ketika itu aku tak pernah lagi beramai-ramai dengan 'mereka'. entah dapat dikatakan siapa mereka itu. sahabatkah atau teman sajakah. abaikan!

kemudian..seseorang yang pernah sedikit kubenci pada akhirnya dialah yang mau menolongku. aku pun dapat melakukan sesuatu lebih baik bersamanya, lewat bimbingannya. tapi dia bukan seorang guru, ataupun temanku. dia hanyalah seorang pria yang lebih muda dariku (SU).

mungkin terdengar jenaka ketika kukatakan aku mulai menyukainya, bahkan kiranya sampai saat ini (meski dalam penyesalan dan kekecewaan mendalam). itu karena pengharapan yang terlalu besar. dia bilang aku sederhana. wanita yang apa adanya. sesederhana itukah aku dimatanya? hingga dengan cara yang ssederhana pula ia pergi begitu saja. "tanpa aku tau apa yang sedang terjadi."

apa sebenarnya yang ia pikirkan tentangku??

tapi aku tidak mau lagi membahas hal-hal buruk itu lagi. hanya akan membuatku semakin sakit dan semakin penuh pertanyaan hingga akhirnya ingin sekali aku kembali. tapi TAK BISA !

yang kutau dia datang disaat yang tepat.
tepat disaat aku ingin bernyanyi
tepat disaat aku ingin berbagi
tepat disaat aku ingin mengerti artinya 'bersama'
tepat disaat semua kurasa asing dan aku butuh sosok yang menyenangkan seperti dia.

mungkin terlalu banyak kiasan yang kuutarakan tentang dia.
tapi memang nyatanya tak ada kata pasti yang bisa kulukiskan untuk menggambarkan siapa dia, bagiku. tapi kurasa dulu banyak persamaan antara kita.

satu kalimat terakhir untuk mengingatnya.

"kamu begitu tiba-tiba datang ke dalam kesendirianku, tepat. namun begitu tiba-tiba dan sangat cepat kau meninggalkan aku dalam sebuah tanya. 'mengapa?' tapi sayang, mengapa itu kini menjadi berkawan dalam perjalanan hidupku hingga saat ini. tapi terima kasih atas waktu yang sangat spesial kau luangkan untukku. terima kasih untuk kata-kata manis yang selalu terpahat kala kita bertemu. 'cibem'. aku beruntung bertemu kamu. sebuah pelajaran hidup bahwa tidak semua hal akan menjadi sebuah perwujudan ketika kita melakukan pengharapan. aku akan mencoba mengingat kamu dalam sesuatu yang baik."

entah seketika aku mengingatnya,, ataukah memang sengaja aku terus mengingat-ingat semua tentangnya yang sudah lalu. maaf aku menyita waktumu kala itu. semoga kau sekarang baik-baik saja bersama siapapun.

Jumat, 25 Februari 2011

Bahagia sampai ke Surga

Layaknya aku ketika mampu berdiri
Semampunya aku dapat berbincang
Ku langkahkan pikir ke langit yang memang tinggi
Kuucapkan rinduku padaMu Tuhan
Aku sangat rindu..

Melirik wajah satu aura kehidupan
Tak terbantah ada selaksa keraguan ingin kutepiskan
LARI..berlari aku untuk menggenggamnya
Tidak untuk menangis. TIDAK
Tuhan..boleh aku mencintaimu lebih
Lebih dari yang aku pikir mampu

Tidak ada satu
Yang aku pinta dariMu Tuhan
Yang aku harap mampu terberi
Aku tujukan semua bahagiaku
Sampai di Surga
MilikMu...